Thursday, January 19, 2012

Sejarah Public Relations di Dunia


Public relations dikenal bahkan semenjak ribuan tahun sebelum Masehi. Awalnya adalah tahun 2200 SM, dimana Ptah Hotep (penasihat kerajaan Mesir kuno) menulis tentang pentingnya komunikasi yang jujur, memusatkan diri pada minat publik, dan konsisten antara yang diucapkan dengan tingkah laku.

Pada tahun 1800 SM, arkeolog menemukan lempengan batu berisi tulisan di Mesopotamia (Irak), yang merupakan buletin pertanian dari kerajaan untuk rakyatnya. Buletin pertanian tersebut berisi tentang bagaimana cara bercocok tanam yang benar, pengairan yang betul, pemupukan yang efisien, dan lain sebagainya. Sementara, pada tahun 50 SM, Julius Caesar yang masih menjadi jendral di Roma, mengirimkan laporan ke publik di Roma, yang berisi tentang kemenangan Julius Caesar secara militer dan politis di wilayah Galilea. Pada masa ini juga dikenal dengan penerbitan Acta Duarna atau koran yang pertama kali ada di dunia. Melalui Acta Duarna, Julius Caesar mempublikasikan hal-hal positif mengenai dirinya, untuk membentuk opini publik dan dukungan positif terhadap dirinya.

Pada tahun 5 SM, praktik demokrasi di Yunani mensyaratkan warga untuk efektif mengargumentasikan pandangan mereka. Sementara itu,  pada 3 SM filsuf dari Athena bernama Socrates mengajarkan bahwa komunikasi efektif harus berdasarkan kejujuran, bukan relativisme.  Serta pada 1 SM Bangsa Romawi mengetengahkan ide opini publik, dalam slogan “Vox populi,vox Dei”, (the voice of the people is the voice of God).

Sejarah perkembangan public relations pun berlanjut, pada tahun 5 M Agustinus yang merupakan filsuf dan uskup di Roma, mengembangkan seni berkhotbah. Dan pada tahun 8 M Alcuin (ahli theologi Saxon) mengintepretasikan kembali pengajaran pidato di Roma untuk Kaisar Charlemagne. Pada tahun 985 M, Erik (the red) Thorvaldson menemukan dataran es bersalju di Atlantik Utara yang kemudian dinamakan Greenland. Nama Greenland dipilih untuk menarik minat penghuni untuk datang ke kawasan tersebut , meskipun pada kenyataannya, hanya satu bulan dalam setahun wilayah Greenland mengalami musim panas.

Pada tahun 1584, Sir Walter Raleigh mengirimkan berita mengenai Pulau Roanoke (North Carolina). Berita tersebut mengabarkan bahwa North Carolina memiliki tanah yang lebih baik, hasil panen yang banyak, bangsa Indian yang bersahabat. Pada kenyataannya North Carolina merupakan rawa-rawa besar, langka bahan pangan, penyakit merajalela yang kemudian ditinggalkan oleh para imigran dalam kurun waktu 2 tahun.

Pada tahun 1880, Burlington Railroad mengeluarkan dana $40.000 untuk promosi penjualan tanah yang menghasilkan pemasukan $17 juta. Sedangkan pada tahun 1880, The Northen Pacific Railroad mempromosikan tanah pemberian untuk veteran perang saudara  sepanjang rutenya di selatan, dan menyewa agency untuk mengeluarkan iklan koran di Jerman, Skandinavia, dan Belanda untuk menarik imigran eropa untuk datang ke wilayah tersebut.

Grunig & Hunt (1984) membagi sejarah dan perkembangan PR modern menjadi empat periode, yaitu:
- Zaman Publisitas / press agentry (1800-an)
- Zaman Informasi / public information (1900-an)
- Zaman Advokasi / two way asymetrical (pertengahan 1900)
- Zaman hubungan / two way symetrical model (akhir 1900 – sekarang)

Pada zaman Publisitas atau yang dikenal dengan masa press agentry di tahun 1800-an, memiliki fokus pada penyebaran informasi dan mendapat perhatian. Pada masa tersebut, tepatnya di tahun 1820, Amos Kendall, penulis dan editor dari Kentucky yang kemudian menjadi asisten Presiden Andrew Jackson menjadi sekretaris Gedung Putih pertama (1829). Amos Kendall merupakan orang yang pertama kali mengelola koran pemerintahan, menulis pidato untuk presiden, dan merencanakan kegiatan PR lainnya pada masa tersebut.

Pada tahun 1840, Phineas.T. Barnum promotor sirkus yang menggunakan strategi PR untuk mempublikasikan sirkus-nya. Sementara itu, pada tahun 1851, Harriet Beecher Stowe dengan novel Uncle Tom’s Cabin yang bercerita tentang penghapusan perbudakan. Harriet memimpin pembebasan dan pelarian budak, serta melaksanakan kegiatan kampanye sosial.

Pada tahun 1896, kampanye kepresidenan Bryan McKinley di Amerika adalah kampanye pertama yang mengerahkan semua usaha untuk mendapatkan opini publik (al. pamflet, poster, rilis berita, pidato, pertemuan langsung dengan publik di setiap pemberhentian kereta di seluruh pelosok negara)

Pada Zaman Informasi atau yang dikenal dengan nama public information pada tahun 1900-an, memiliki fokus pada kejujuran dan akurasi penyebaran informasi. Pada tahun 1900 kantor PR pertama didirikan di Boston, dilanjutkan dengan berdirinya kantor publisitas University of Pennsylvania di tahun 1904 dan kisah tentang Pennsylvania railroad & Ivy Lee (1906). Ivy Ledbetter Lee adalah anak seorang pendeta di Georgia. Sebelumnya, profesi Ivy Lee adalah jurnalis, namun dia melihat publisitas sebagai lahan yang memiliki potensi bisnis. Pennsylvania railroad adalah perusahaan perkeretaapian yang memiliki budaya tertutup. Ketika terjadi kecelakaan, Ivy Lee menyarankan agar perusahaan yang semula menutup informasi kepada dunia luar menjadi terbuka dan mengemukakan faktanya dengan jujur kepada publik. Ivy Lee akhirnya mengambil alih kontrol komunikasi dan memfasilitasi semua kebutuhan jurnalis mengenai kecelakaan tersebut, seperti misalnya membawa rombongan wartawan ke lokasi kecelakaan, memberikan informasi mendalam mengenai fakta yang terjadi ketika kecelakaan, dsb. Sementara itu, pada waktu yang bersamaan, pesaing Pennsylvania Railroad, Central New York juga mengalami kecelakaan. Central New York melakukan stratagi tradisional dengan menutup semua jalur informasi. Walhasil, surat kabar dan media massa lainnya mengeluarkan tulisan opini yang mengecam tindakan Central New York serta memuji tindakan Pennsylvania Railroad.

Pada tahun 1906, Standard Oil menyewa publisis, dan pada 1907 Kantor publisitas Marine Corp’s berdiri. Pada 1908 buletin internal Ford, pendirian departemen humas AT&T, dan program publisitas Palang Merah Amerika. Pada tahun 1914, Colorado Fuel & Iron menyewa Ivy Ledbetter Lee untuk mengatasi pemogokan kerja para buruh. Pada tahun 1918, kantor pers National Lutheran Council berdiri dan selanjutnya setahun setelahnya yaitu pada tahun 1919, kantor pers Knights of Colombus juga didirikan. Sementara itu, pada tahun 1921, kantor humas Sears & Roebuck didirikan.

Pada zaman advokasi atau pertengah 1900-an, fokus public relations adalah untuk mengubah sikap dan mempengaruhi perilaku. Pada masa ini, tahun 1917, George Creel mengepalai Committee On Public information untuk mendukung PD I pada masa pemerintahan presiden Woodrow Wilson.

Pada tahun 1942, Commite on public information berganti menjadi Office of War Information (OWI) yang dikepalai oleh Elmer Davis, untuk menggalang dukungan dan partisipasi dalam PD II. Pada tahun 1922, Walter Lippmann menulis buku public opinion sedangkan Edward L. Bernays mengajar kelas pertama tentang PR di New York University.  Bernays juga menulis buku Chrystallizing Public Opinion di tahun 1923. Pada tahun 1939, Rex Harlow menjadi profesor PR yang pertama di Stanford University dan pada tahun 1947, sekolah PR pertama kali didirikan di Boston University.

Pada tahun 1945, pemerintah Amerika mengumumkan, dan membuat press release bahwa Amerika berencana menjatuhkan bom atom di Hiroshima, dan pada tahun 1948 pembentukan Public Relations Society of America, lalu pada tahun 1955 adalah pembentukan International Public Relations Association (IPRA).

Zaman berikutnya adalah zaman hubungan, atau di akhir tahun 1900-an sampai dengan sekarang. Zaman ini memiliki fokus pada pemahaman bersama dan penyelesaian konflik. Di tahun 1982 enam orang di Chicago meninggal setelah mengkonsumsi Tylenol capsules (obat peredam rasa nyeri) yang terindikasi keracunan sianida. Hal ini menjadikan mimpi buruk bagi McNeil Labs and Johnson & Johnson. Johnson & Johnson menarik semua produk tylenol, dan menggantinya dengan kemasan kedap udara. Pada tahun 1989 kapal tanker Exxon Valdez kandas di terumbu karang Alaska yang menyebabkan tumpahan minyak terbesar sepanjang sejarah Amerika.

Pada tahun 1993  alat suntik ditemukan didalam kaleng pepsi. Hal ini membuat Pepsi menangani krisis tersebut dengan salah satu cara membawa para jurnalis ke pabriknya dan memperlihatkan bahwa produksi Pepsi adalah higienis dan tidak memungkinkan alat suntik masuk ke dalam kaleng minuman tersebut.

Ket. Disarikan dari berbagai sumber.

No comments:

Post a Comment