Monday, December 3, 2012

Check List / Daftar Kebutuhan Bayi Baru Lahir (New Born)



Bagi anda yang baru pertama kali akan memiliki momongan, saya akan sharing pengalaman menjelang melahirkan. Berikut ini adalah daftar kebutuhan bayi yang ideal menurut versi saya. Daftar ini fleksibel dan masih bisa disortir, baik dikurangi maupun ditambahi menurut kemampuan budget dan prioritas kebutuhan dari masing-masing orang tua. 


Perlengkapan dasar untuk bayi baru lahir:
  1. Popok kain (bisa juga menggunakan cloth diaper/popok modern yg bisa dicuci untuk new born dg tipe all in two atau bisa juga pake disposable diaper ukuran new born ato ukuran S, tergantung besarnya bayi)
  2. Baju ukuran S (panjang, pendek)
  3. Celana ukuran S (panjang, pendek)
  4. Kaos dalam bayi ukuran paling kecil, yaitu 14
  5. Kain bedong
  6. Aksesoris:  topi bayi, atau juga bisa bandana (untuk bayi perempuan)
  7. Kaus kaki dan kaus tangan tangan
  8. Gurita bayi (ini dipergunakan sampai dengan pusar bayi puput. DSA tidak menyarankan menggunakan gurita sebab bisa membuat bayi cepat muntah, karena perutnya yang belum sempurna betul tertekan oleh gurita)
  9. Perlak / alas ompol (Sebaiknya pilih yang terbuat dari karet daripada yang plastik, karena lebih nyaman dan dingin)
  10. Gendongan bayi ukuran new born (Dengan gendongan tradisional seperti kain panjang, juga tidak apa-apa)
Catatan:  
Dengan asumsi mencuci setiap hari, sedang berlangsung musim panas, bayi tidak sering muntah, tidak sering terkena ompol/pup, maka baik baju, celana dan kaos dalam sebanyak 6 pcs saja sudah cukup


Perlengkapan tidur:
  1. Selimut bayi (yang tipis dan yg besar, dan juga  selimut tebal khusus untuk membawa bayi yang belum bisa pake jaket atau untuk new born yang baru keluar dari RS, saya tidak ingat istilah untuk barang ini apa?) 
  2. Tempat tidur bayi (box bayi) 
  3. Bantal anti peyang, kasur bayi, guling 
  4. Sprei tempat tidur bayi 
  5. Kelambu bayi (apabila tidak membeli box bayi, ada kelambu bayi yang dijual terpisah dengan bentuk seperti tudung saji. Jika membeli box bayi, biasanya termasuk juga kelambu khusus box sebagai paketnya)

Peralatan mandi dan bersih-bersih: 

  1. Set perlengkapan mandi. (Biasanya nanti dapat paket kecil perlengkapan mandi dari Rumah Sakit sebagai hadiah service persalinan. Toiletries bayi banyak macamnya, ada hair lotion lah, body lotion, dll lah. Kalau saya mengambil yang minimalis saja yaitu sabun sekaligus shampoo biasanya namanya hair&body/top to toe (biar ga ribet), bedak, cologne, sisir, korek kuping bayi, dan baby oil untuk memijat bayi. 
  2. Bak mandi khusus untuk bayi
  3. Handuk bayi (Tidak khusus untuk bayi juga tidak apa-apa, yang penting ukuran lebarnya kira-kira setinggi bayi, supaya tidak repot karena terlalu besar. Terkadang bayi yang sangat aktif membuat sulit menggunakan handuk lebar)
  4. Kapas bulat untuk membersihkan pup/pee bayi
  5. Ember kecil untuk wadah air pencelup kapas bulat
  6. Tempat sampah kapas kotor 
  7. Washlap/tissue kering (untuk mengelap dan mengeringkan pantat dan kelamin bayi yang baru dibersihkan dengan kapas namun masih basah)
  8. Set gunting kuku bayi (gunting, kikir, potongan kuku) 
  9. Detergen khusus untuk pakaian bayi (ada berbagai merek, seperti Jhonson, Sleek dan Molto)

Catatan:
Ketika membersihkan pantat dan kelamin bayi, lebih baik menggunakan air dan kapas saja daripada menggunakan tisu basah, karena tisu basah mengandung bahan kimia yang belum tentu cocok bagi bayi sehingga dapat menyebabkan ruam popok
1





Perlengkapan kesehatan sehari-hari:

  1. Termometer 
  2. Obat penurun panas khusus bayi yang mengandung paracetamol 
  3. Transpulmin (salep untuk flu/batuk/pilek khusus bayi) => bisa beli di apotik, saya membeli di apotik Century 
  4. Minyak telon untuk menghangatkan perut bayi 
  5. Cream anti ruam popok (ato bisa pake cream bayi yg mengandung zinc oxide). Saya menggunakan produk cream cussons care warna kuning 
  6. Bedak anti gatal (Saya menggunakan caladine baby)  
  7. Alkohol dan kain kassa untuk perawatan tali pusar (biasanya ini juga dapat dari RS) 
  8. Kompres instan gel, yang bisa dipergunakan sewaktu-waktu jika anak sedang terserang demam. 
 Catatan kecil mengenai demam pada anak:
Jika anak sedang terserang demam, jangan panik. Usahakan tenang. Menurut milis sehat (yang juga beranggotakan para dokter dan smart parents), setiap manusia memiliki antibodi. Apalagi bayi/anak-anak yang sel-sel tubuhnya baru dan sedang berkembang. Jika anak tiba-tiba demam/panas, itu artinya, antibodi anak sedang bereaksi terhadap virus/bakteri tertentu. Oleh karena itu, beri ruang antibodi anak untuk bekerja. Jangan langsung memberi obat-obatan, karena dapat membuat antibodi anak menjadi lemah dan kebal (ketergantungan dengan obat). Hal-hal yang harus diingat, jika demam sedang terjadi:
  1. Tunggu sampai 72 jam, amati terus perkembangan suhu tubuh anak, maupun hal-hal yang lain pada anak, misalnya tingkat kelincahan, keceriaan, dsb.
  2. Perbanyak asupan cairan, seperti asi, susu formula, dan untuk bayi diatas > bulan bisa diberikan jus, teh, air putih dan sejenisnya. 
  3. Ajak berendam air hangat suam-suam kuku. Berendam air hangat ini, selain memberikan rasa nyaman pada anak, juga dapat menurunkan panas. Sebaiknya ajak berendam pada siang hari. 
  4. Jaga kaki anak supaya tidak dingin. Beri kaus kaki untuk mencegah step.
  5. Taruh kompres instan (gel) bila perlu. Akan lebih mudah memberikan kompres instan tersebut ketika anak sedang tidur, karena seringkali tangan anak membuka kompres yang dianggap sebagai benda asing tersebut ketika anak sedang terjaga.
  6. Bila perlu, miliki buku catatan kecil khusus kesehatan anak, misalnya bab demam tanggal xx, diukur dengan termometer sekian derajat pada jam xx, dan hal-hal lain yang perlu dicantumkan dalam catatan tersebut.
  7. Jika panas tidak turun sd 72 jam, baru dibawa ke dokter anak. Boleh juga berikan paracetamol. Paracetamol dapat diberikan setiap 4 jam sekali. Jangan lupa membawa catatan kecil tersebut ketika pergi ke dokter anak.
Alhamdulillah, dengan pengetahuan ini, ketika anak saya terserang demam tinggi (40 derajat Celcius), saya sempat panik, apalagi didorong oleh nenekk dan suami saya untuk lekas pergi ke dokter. Namun saya bersikeras untuk mempraktekkan tips-tips dari milis sehat tersebut. Saya percaya, jika pada anak-anak lain tips tersebut berhasil, seharusnya juga berhasil pada anak saya. 

Alhamdulillah, demam tinggi hanya terjadi di hari pertama. Pada hari kedua suhu anak saya masih agak hangat, namun hanya berkisar di angka 38 derajat celcius. Anak saya pun tidak mengkonsumsi satu obat pun, baik puyer, obat-obat penurun panas, maupun antibiotik sejenisnya. Saya berterimakasih pada milis sehat yang sudah memberikan pengetahuan yang aplikatif ini.



Perlengkapan bepergian:

  1. Baby stroller
  2. Car seat
  3. Tas khusus untuk perlengkapan bayi. Kalau bisa, tas tersebut anti air, jadi kalau tiba-tiba kehujanan, barang-barang bayi tidak ikut basah.
  4. Cadangan disposable diaper dan perlengkapan bersih-bersih
  5. Jaket dan topi bayi



Untuk ibu-ibu yang ingin asi exclusive namun juga bekerja
(ingin punya stock asi perah (asip)
  1. Breast pump
  2. Botol kaca tempat penyimpanan asip. Botol ini bisa dibeli baik di toko online maupun di toko yang berdagang di pasaran.
  3. Spidol, marker, label: untuk memberi tanggal di botol kaca asip
  4. Pemanas susu (menggunakan panci biasa juga bisa).
  5. Cooler bag
  6. Ice gel 
  7. Kulkas 2 pintu dengan freezer cukup besar. Atau bisa juga sewa freezer. Ada provider yang menyewakan kulkas freezer saja dengan biaya sebesar Rp 100 ribu/bulan. Informasinya bisa dicari di kaskus 
  8. Cup feeder. Saya menggunakan merek Medela. Pada awalnya, produk ini diperuntukkan agar bayi tidak bingung puting. Namun, ternyata anak saya tidak mau menggunakan cup feeder, maka dia minum asip dengan menggunakan botol.
  9. Botol susu bayi yang BPA Free (untuk dot saya menggunakan dot peristaltic, yang menurut saya paling alami dan paling mendekati menyusui pada ibunya)
  10. Sikat botol bayi yang ada spons-nya
  11. Sabun cair pembersih botol bayi 
  12. Cairan sterilisasi/hygiene liquid. Saya menggunakan merek Sleek (Ini opsi saja, karena untuk mensterilkan dapat dilakukan dengan cara tradisional yaitu merebus botol selama ± 5 sd 10 menit)
Catatan:
  • Untuk breast pump, ada yang manual, maupun yang electric. Memompa payudara juga bisa menggunakan tangan. Dari pengalaman siyh, daripada menggunakan pompa baik yang manual maupun electric, lebih cepat menggunakan tangan. Untuk caranya, bisa dibrowsing di internet, lalu coba untuk diaplikasikan. Namun, jika tidak yakin akan cara yang paling betul dan tidak memberikan dampak kesehatan apapun, sebaiknya berkonsultasi dengan konselor laktasi, maupun DSOG).
  • Agar asi lancar, maka sebaiknya melakukan massage payudara ketika sudah hamil tua. Namun, hati-hati, sebab pijat payudara dapat menyebabkan kontraksi. Sebaiknya, diskusi dengan konselor laktasi maupun DSOG, untuk lebih memastikannya.

Perlengkapan berenang bayi
  1. Ring neck (ban untuk berenang bayi yang ditaruh di leher)
  2. Cairan higienis (hygiene liquid), misalnya merek Dettol ato Sleek juga bisa
  3. Kolam renang bayi. (Atau bisa menggunakan bak di kamar mandi namun harus merebus air panas dengan menggunakan panci besar, karena air untuk mandi baby harus hangat. Atau jika memang ada mesin pemanas air, tak perlu merebus air panas)

Catatan: 
  • Jika tidak mau repot, dapat pergi ke baby spa, disana bayi akan dipijat + berenang, tanpa kita harus repot menyiapkan apapun selain uang. 
  • Saya memasukkan perlengkapan berenang bayi ini sebagai kategori penting untuk dimiliki, karena berenang memiiki banyak kegunaan untuk bayi, misalnya melatih motorik, keberanian, dsb. Selain itu, orang tuanya pasti gembira melihat si kecil happy kecipak kecipik main air. Setelah berenang, dijamin bayi tidur pulas :P





Perlengkapan untuk ibu yang perlu dibawa ketika ke rumah sakit:
  1. Daster atau baju dengan kancing depan untuk menyusui
  2. Bra khusus untuk ibu menyusui
  3. Breast pad (Ada yang disposable (sekali buang) misalnya merek pigeon, atau bisa juga menggunakan washable breast pad (breast pad yang bisa dicuci), misalnya merek GG dsb yang bisa dibeli di toko online. Saya belum pernah coba bertanya produk ini di Tanah Abang.
  4. Pembalut maternity atau pembalut yg night long juga bisa
  5. Kain / sarung / rok (Karena baik persalinan normal maupun operasi SC di hari-hari awal persalinan biasanya belum bisa memakai celana panjang
  6. Roti / makanan dan minuman untuk suami (siapa tahu nanti tidak sempat keluar / tidak ada yang bergantian menemani istri)
  7. Gurita / stagen untuk ibu
Catatan:  
Paska persalinan saya mengkonsumsi:
  • Sari kacang hijau.  
  • Ekstrak katuk (setelah obat dari dokter sudah habis). Saya mengkonsumsi yang merek Lancar Asi, yang bisa dibeli di apotik. Saya mengkonsumsi ini hanya sampai dengan 3 bulan. Bulan berikutnya hanya mengkonsumsi buah dan sayur dalam porsi yang lebih banyak, serta tidak lupa air putih.
  • Susu khusus ibu menyusui


Karena persalinan kemarin saya operasi SC, maka juga membutuhkan:
  1. Celana khusus orang sakit (disposable pants): biasanya di apotik/toserba di RS jual. Kalau persalinan normal mungkin tidak perlu, ga ngerti juga..
  2. Salep anti keloid, betadine, kain kassa, dan plester panjang untuk merawat bekas luka operasi (Biasanya ini diresepkan oleh DSoG ketika kontrol paska operasi)

Perihal lain: 

  1. Nanti kalau bayi sudah agak besar, sekitar ± 2 bulan, biasanya bayi sudah tidak mau dibedong. Kalau anak saya, saya menggunakan celana panjang dan cloth diaper (popok kain modern yang bisa dicuci) plus liner (alas clodi). Selain hemat karena bisa dicuci dan dipergunakan hingga anak berusia 2 tahun (ato masa2 toilet training), juga go green.
  2. Kebutuhan yang lainnya akan menyusul, seiring dg perkembangan bayi. Kebutuhan tersebut misalnya untuk peralatan untuk membuat home made baby food seperti hand blender/grinder, lalu perangkat stimulasi dan bermain misalnya seperti bouncer, buku2 cerita, mainan bunyi2-an, baju, sepatu, ascesories, dsb
Catatan:
  • Saya pernah mencoba hanya menggunakan celana kain, repot sekali bolak balik mengganti celana, karena bayi sebentar-sebentar pipis. Baru diganti, udah pipis lagi *sigh*.  Plus tidur bayi menjadi kurang nyenyak, karena merasa tidak nyaman dan sering ganti celana.
  • Saya juga pernah mencoba menggunakan disposable diaper, waktu itu untuk pemakaian 2 hari menghabiskan 1 kemasan isi kurang lebih 10 pcs. Mungkin karena waktu itu saya memilih diaper yang terbaik dikelasnya, karena kualitasnya sangat prima dengan permukaan sangat halus dan nyaman bagi bayi, maka saya tidak pernah membayangkan biayanya kalau selama 30 hari terus menerus hingga 2 tahun.
  • Namun, jika tidak mau repot mencuci, bisa menggunakan disposable diaper (popok sekali buang), meskipun harus spare budget lebih besar dan kurang go green.
  • Cloth diaper (clodi) bisa dibeli di tanah abang, atau bisa dilihat di online shop yang lumayan lengkap, misalnya www.clothdiaperindonesia.com, atau www.kiosclodi.com, dsb. Ada banyak toko online yang menjual clodi. Manfaatkan program diskon yang diberikan oleh toko-toko online, baik yang reguler maupun yang non reguler, misalnya seperti yang dilakukan oleh Toko Online Kios Clodi pada tahun 2012, yang memberikan diskon 10% untuk semua produk pada 2 kali periode diskon dalam setahun, yaitu akhir tahun dan sebelum lebaran. Selain itu, Kios Clodi juga memberi diskon reguler sebesar 5% untuk pembelian produk minimal 2 pcs. Sementara, Toko Online Cloth Diaper Indonesia memberikan diskon sebesari 30% untuk produk tertentu pada akhir tahun 2012 ini. Informasi mengenai diskon bisa dilihat di web mereka, atau disebarkan via bbm, sms, atau bisa menanyakan langsung kepada pedagang barang-barang kebutuhan bayi.


Catatan tambahan:

Hal penting lain dan budget yang harus dipersiapkan diluar kebutuhan diatas adalah:  

  1. DSOG. Pastikan mendapatkan DSOG (dokter spesialis obgyn) yang sesuai dengan keinginan anda, misalnya anda merasa nyaman, tidak antri, dsb. 
  2. DSA. Persiapkan DSA (dokter spesialis anak) yang anda inginkan dan praktek di rumah sakit tempat anda melakukan proses persalinan. Sebaiknya dokter yang juga RUM (rational using medicine).
  3. Pengetahuan tentang kesehatan anak. Pastikan anda memiliki pengetahuan yang cukup, agar bisa berdiskusi dengan dokter yang anda pilih. Anda bisa berdiskusi dengan sesama kawan, browsing, atau mengikuti milis-milis kesehatan terutama untuk anak, misalnya saja milis sehat, asiforbaby, momiesdaily, dsb.
  4. Imunisasi. Persiapkan juga dana untuk imunisasi. Pada tahun 2012 ini, terdapat 14 jenis vaksin yang direkomendasikan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Biasanya, selain melakukan pemeriksaan dan kontrol terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, juga dilakukan imunisasi oleh DSA. Biaya untuk kontrol plus vaksinasi per bulan berkisar antara +/- Rp 500 ribu - Rp 600 ribu (tergantung jenis dan merek vaksin, biaya dokter, dan biaya lain yang terkait dengan rumah sakit), kecuali untuk vaksin IPD PVC yang untuk tahun 2012 ini mencapai sekitar +/- Rp 1 juta per 1x imunisasi (beberapa tahun lalu malah Rp 2 juta/imunisasi). 
Sebetulnya, imunisasi dapat dilakukan di bidan dengan biaya jauh lebih rendah, namun sayangnya, imunisasi yang dapat dilakukan di bidan adalah khusus untuk imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah saja, tidak untuk keseluruhan rekomendasi IDAI. Pandangan tentang vaksinasi juga beragam, ada pihak yang mengatakan tidak perlu, ada juga pihak yang merasa perlu imunisasi, bahkan ada yang menganggap imunisasi adalah penting. Menurut saya, tidak ada salahnya memberikan kekebalan yang lebih baik untuk si kecil, toh mencegah biayanya lebih kecil daripada mengobati kan?

Terkait dengan imunisasi, berikut adalah detil jadwalnya:


Semoga informasi ini berguna. Semoga ibu dan bayi selalu sehat, juga proses persalinan diberi kemudahan dan keselamatan.

12 comments:

  1. Wah lengkap mbak sri uraiannya, mudah2an bisa membantu calon ibu2....
    Oya bagi yg lagi mencari beberapa kebutuhan bayi diatas bisa mampir ke www.nashwashop.co
    Terimakasih ya salam green dari cloth diapers

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas Riyanto untuk feedbacknya. Semoga membantu yaa. Salam go green juga.

      Delete
  2. lengkap sekali.. boleh di share lagi... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mb Dhini, semoga bermanfaat. Silahkan di share lagi..

      Delete
  3. thx berat.... sooo helpfull info nya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mb Antatia. Semoga membantu dan bermanfaat yaa..

      Delete
  4. sebentar...
    vaksin itu wajib nggk sih ?
    bknnya vaksinasi / imunnisasi itu berbahaya ?
    menurut pendapat anda apakah vaksinasi itu aman ?
    ada kandungan apa aja di dlm setiap vaksin yg diberikan kepada bayi ?

    mungkin pertanyaan ini sedikit tdk masuk akal tetapi saya mohon pertanyaan saya ini dijawab untuk menambah informasi & pengetahuan
    trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Meiyo,

      Vaksin ada yang diperuntukan bagi manusia dewasa maupun anak-anak. Vaksin bersifat pencegahan dan memberikan kekebalan lebih pada tubuh manusia. Tidak hanya untuk anak-anak saja, vaksin juga diberikan kepada mereka yang sudah dewasa, yang hendak bepergian ke suatu daerah tertentu yang dianggap memiliki bibit pandemi penyakit tertentu, terutama untuk pendatang yang belum terbiasa dengan udara maupun kondisi di daerah tersebut. Misalnya, vaksin miningitis untuk mereka yang akan pergi ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji maupun umroh, atau vaksin malaria untuk mereka yang hendak pergi ke Papua, dsb.

      Khusus untuk vaksin anak/bayi, vaksin ada yang diwajibkan oleh pemerintah, dan ada yang dianjurkan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Vaksin wajib bersifat wajib untuk diambil, sementara vaksin yang dianjurkan, itu tergantung dari para orang tua masing-masing anak, apakah mau mengambilnya atau tidak.

      Vaksinasi wajib bisa didapatkan di lembaga-lembaga kesehatan anak yang difasilitasi oleh pemerintah, misalnya puskesmas, maupun di bidan-bidan setempat, maupun dokter anak langganan.

      Seharusnya, kalau pemerintah mewajibkan jenis-jenis vaksinasi tertentu pada anak/bayi yang berada diwilayah kekuasaannya, maka pemerintah sebagai lembaga resmi yang bertanggung jawab pada warganya, tentunya memiliki justifikasi, pertimbangan yang matang, dan juga sudah melewati proses penelitian laboratorium yang panjang, terutama untuk pencegahan penyakit-penyakit yang sering terjangkit pada anak untuk wilayah tropis (Indonesia). Pemerintah sendiri terdiri dari orang-orang yang kompeten dan biasanya mereka memiliki tim tenaga ahli dengan keilmuan yang dalam dalam bidang ilmu kedokteran dan kesehatan, baik itu setingkat master, doktor, profesor maupun guru besar dari beberapa universitas baik dalam maupun luar negeri.

      Vaksinasi/imunisasi sebelum diedarkan ke masyarakat, tentunya sudah melalui proses penelitian laboratorium yang panjang (bertahun-tahun), dan sudah melalui uji coba tes khusus yang juga tak kalah panjang perjalanan waktunyanya. Hal ini tentunya untuk menjaga efektifitas kegunaan dan kualitas keamanan bagi tubuh manusia baik dewasa maupun anak/bayi.

      Seharusnya, kalau vaksinasi/imunisasi adalah hasil penelitian panjang dari para peneliti, akademisi, dokter dan pihak-pihak yang menguasai ilmu kesehatan/kedokteran, maka tentunya memiliki fungsi dan kegunaan tertentu untuk tubuh manusia dewasa maupun anak-anak ya, tidak hanya sekedar menghamburkan uang untuk kesenangan hidup dan kepuasan akan keingintahuan keilmuan semata. Penelitan tersebut tentunya berbeda dengan kepuasan hidup akan kegemaran menyalakan kembang api/petasan (maaf bukannya saya tidak setuju dengan kesenangan menyalakan kembang api di tahun baru ya, saya hanya sekedar membuat sebuah perbandingan saja).

      Kandungan dan kegunaan setiap vaksin masing-masing berbeda, tergantung jenis vaksin. Untuk detil mengenai hal tersebut, silahkan browsing lebih banyak, membaca buku-buku kedokteran, maupun bertanya langsung kepada dokter anak anda.

      Semoga informasi diatas sudah cukup jelas dan membantu anda yaa..

      Salam,
      Agung Sri

      Delete
  5. isi blog-nya bermanfaat banget mbak. makasiiih sudah berkenan berbagi yak...

    salam Poetrafoto Photography

    ReplyDelete
  6. Ijin share ya mbak..
    bermanfaat tulisannya untuk saya yang sedang hamil dan mempersiapkan kebutuhan baby..

    :)
    raras

    ReplyDelete
  7. Nice info..
    Saya lg hml 35w,jd butuh refrensi mcm2 buatku n dedek nnti..
    Info mba helpfull..thx mba :)

    ReplyDelete